MINUMAN MENYEHATKAN

yang menyegarkan ,yang menyehatkan

Wedang Uwuh Mei 22, 2010

Filed under: Minuman Tradisional — asihrhy @ 10:26 am

Wedang uwuh, minuman tradisional warisan leluhur yang menyehatkan

“Wedang” dalam bahasa Jawa artinya minuman. “Uwuh” dalam bahasa Jawa bermakna “sampah”. Sampah yang dimaksud adalah sampah dedaunan organik. Tapi ini hanya istilah saja, jadi bukan benar-benar “Minuman Sampah”. Tapi minuman yang luar biasa khasiatnya, dan rasanya juga nikmat…

Wedang Uwuh adalah minuman tradisional khas dari desa Imogiri, Yogyakarta yang diramu dan dipilih dari bahan-bahan terbaik yang bermanfaat bagi kesehatan tapi rasanya enak, seperti minuman jahe atau secang, tapi lebih nikmat lagi dan aromanya harum. Wedang Uwuh berkhasiat antara lain:

  • Menurunkan kolesterol
  • Sebagai Anti Oksidan
  • Menyegarkan badan
  • Menghilangan pegal dan capek-capek
  • Melancarkan aliran darah
  • Menyembuhkan dan mencegah masuk angin
  • Menghangatkan badan

Bahan baku wedang uwuh antara lain: daun cengkeh, kayu manis, daun pala, jahe, kayu secang, serta racikan bahan-bahan alami lainnya yang berkhasiat untuk kesehatan dan kebugaran badan.

Bahan Wedang Uwuh :

  • 700 ml air
  • 40 g serutan kayu secang kering
  • 50 g gula batu/gula pasir
  • 6 cm jahe, memarkan
  • 2 lembar daun kayu manis kering
  • 3 lembar daun cengkeh kering
  • 3 lembar daun pala kering
  • 10 butir cengkih/batang cengkih kering

Cara Membuat Wedang Uwuh :

  1. Bakar jahe, memarkan.
  2. Tuang air dalam panci. Masukkan jahe, cengkih/batang cengkih, daun cengkih, daun kayu manis, daun pala, serutan kayu secang, jahe, dan gula batu.
  3. Masak dengan api sedang hingga mendidih.
  4. Rebus selama kurang lebih 15 menit.
  5. Angkat dan saring (bisa juga dihidangkan tanpa disaring).
  6. Tuang ke dalam gelas. Hidangkan hangat.
 

BANJIGUR

Filed under: Minuman Tradisional — asihrhy @ 10:15 am

Bajigur

Bajigur  adalah minuman yang terbuat dari gula aren, santan dan daun pandan dan sedikit campuran rempah. Rasa minuman ini manis dan gurih, sehingga sangat nikmat apabila ditemani dengan pisang rebus, ubi rebus ataupun roti tawar.

adalah minuman khas dari daerah Jawa Barat. Biasa dinikmati di sore hari atau waktu cuaca dingin bersama pisang rebus, kacang rebus, ubi atau jagung rebus.

Bahan Bajigur :
1000 ml santan dari 1 butir kelapa
150 gram gula merah, sisir halus
50 gram jahe, bakar, kupas, memarkan
2 lembar daun pandan
5 cm kayumanis
2 sendok teh kopi bubuk

Cara membuat  Bajigur :

  1. Rebus santan, jahe, daun pandan dan kayu manis sambil diaduk diatas api. kecil sampai harum. Masukkan kopi bubuk dan gula merah. Aduk sampai gula larut.
  2. Saring dan sajikan hangat. Bisa ditambahkan irisan kolang-kaling rebus atau sari kelapa untuk menambah kenikmatan.
 

wedang Bandrek

Filed under: Minuman Tradisional — asihrhy @ 10:05 am

Bandrek merupakan minuman yang terbuat dari campuran gula aren dan jahe serta campuran beberapa rempah-rempah alami seperti , Lada, cengkeh, pala.  sehingga minuman ini sangat cocok untuk menghangatkan badan, selain itu minuman ini sangat baik untuk kesehatan, menghilangkan rasa dingin di badan,batuk dan salesma. Selain itu bandrek  dapat ditambahkan sedkit kopi atau kuning telor(telur dikocok dahulu hingga mengembang).

Bandrek, minuman tradisional khas priangan ini, bisa menimbulkan sensasi hangat bagi peminumnya karena pengaruh jahe bakar di dalamnya. Sungguh nikmat diminum ketika hujan atau cuaca dingin. Berikut resep yang bisa dicoba :

Bahan Bandrek :

  • 1.000 ml air
  • 200 gram gula merah, sisir halus
  • 100 gram jahe bakar, memarkan
  • 5 cm kayumanis
  • 2 lembar daun pandan
  • 5 butir cengkeh
  • 1/2 sendok teh garam

Cara Membuat Bandrek :

  1. Rebus air, daun pandan, gula merah, jahe, kayumanis, cengkeh dan garam sampai mendidih dan beraroma.
  2. Saring. Sajikan hangat.

catatan : Untuk 3 porsi

 

wedang Ronde

Filed under: Minuman Tradisional — asihrhy @ 9:36 am

Minuman itu bernama Ronde. Kata ‘wedang‘ berarti ‘suguhan berupa minuman’. ‘Ronde’ tak ada kesamaannya dengan ronde seperti dalam olahraga bertinju. Saya rindu dengan minuman tradisional sederhana namun sedap menghangatkan tubuh tersebut.

Seseorang yang tinggal di ibukota mengingatkan saya sajian khas Yogya tersebut. Mengapa harus menyebutnya. Hal itu hanya menambah kerinduan saya yang makin besar untuk pulang kampung menjelang tahun baru nanti. Ya, tinggal menghitung hari.

Sudah pernah minum wedang ronde? Wedang itu berasal dari seduhan air dari ekstrak jahe parutan. Ada kacang sangrai yang mengambang siap untuk disendok sedikit demi sedikit. Di dasar cangkir ada 2 atau 3 bola kecil berwarna putih. Manis terasa karena ada gula jawanya. Minumlah pelan-pelan karena panas adanya. Sembari menunggu, itulah saat yang pas untuk berbincang ngalor-ngidul (baca: dari Utara sampai Selatan alias kemana-mana).

Masih penasaran seperti apa atau cara membuat wedang ronde itu? Coba lihat di wedang ronde 1, wedang ronde 2 dan wedang ronde 3. Ada artikel menarik menyoal wedang ronde di Alun-alun Kidul Yogyakarta dari YogYes. Saya sendiri biasanya menikmati wedang itu di terminal Condong Catur. Tepatnya bersebelahan dengan warung bakmi dan penjual Gudeg. Posisinya di bagian Utara terminal itu. Buka dari sore hari hingga malam hari.

Apakah ada yang tahu di mana tempat menyesap wedang ronde yang asyik di pelosok kota Gudeg? Katanya ada yang di Kauman. Ada juga yang lain. Bila tahu, tak perlu sungkan menuliskannya di bagian komentar. Soalnya, saya ingin bernostalji sambil menyeruput wedang itu.

Kalau sudah menikmati wedang itu biasanya Anda lupa waktu. Anda bisa bertanya kepada rekan berbincang Anda, “Omong-omong sudah berapa ronde kita minum wedang ronde?” Bila masih suka, tambahlah seronde wedang ronde. Murah dan menghilangkan lelah dan gerah di hati. Saya jamin.

Cara membuat:

Bahan-bahan:

- 250 gram tepung ketan.

- 1 buah jahe, memarkan.

- 2 batang sereh, memarkan.

- Kacang goreng tanpa kulit.

- 1 liter air.

- Gula pasir secukupnya.

Cara Membuat:

- Rebus air dengan gula, sereh dan jahe, sampai mendidih, matikan api.

- Uleni tepung ketan dengan air matang hangat sedikit demi sedikit sampai adonan bisa dibentuk.

- Dibagi 3 bagian satu tetap putih, yang satu bagian warnai merah sedikit, satu warnai hijau (daun suji dan daun pandan ditumbuk beri air sedikit disaring). Lalu bentuk sebesar biji kelereng.

- Didihkan air dalam panci.

- Masukkan bulatan-bulatan tepung ketan atau ronde masak sampai mengapung angkat.

- Masukkan bulatan ronde ke dalam air wedang.

- Hidangkan dalam mangkuk ronde ditaburi dengan kacang goreng.

 

Beras kencur Mei 12, 2010

Filed under: Minuman Tradisional — asihrhy @ 12:26 pm

Beras kencur merupakan minuman penyegar khas dari Indonesia (Jawa). Minuman ini juga digolongkan sebagai jamu karena memiliki khasiat meningkatkan nafsu makan. Beras kencur sangat         populer karena memiliki rasa yang manis.

Komponen utama beras kencur, tentu saja, adalah beras  (yang dihaluskan) dan rimpang kencur. Kombinasi beras dan kencur memberikan sugesti rasa lapar. Rasa manis berasal darigula merah (gula   kelapa atau gula aren) yang ditambahkan. Kencur menyumbang pada rasa pedas yang terasa jika beras kencur diminum.

Beras kencur secara tradisional dijual segar, baik di pasar-pasar umum atau oleh penjual jamu keliling. Industri jamu sekarang mengembangkan beras kencur yang dikemas dalam bentuk bubuk atau konsentrat (sirup).

Description:
Jamu beras kencur dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu yang dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh. Dengan membiasakan minum jamu beras kencur, tubuh akan terhindar dari pegal-pegal dan linu yang biasa timbul bila bekerja terlalu payah. Selain itu, banyak pula yang berpendapat bahwa jamu beras kencur dapat merangsang nafsu makan, sehingga selera makan meningkat dan tubuh menjadi lebih sehat.
sumber: http://www.tempo.co.id/medika/arsip/052001/art-1.htmIngredients:
Dalam pembuatan jamu beras kencur, terdapat beberapa variasi bahan yang digunakan, namun terdapat dua bahan dasar pokok yang selalu dipakai, yaitu beras dan kencur. Kedua bahan ini sesuai dengan nama jamu, dan jamu ini selalu ada meskipun komposisinya tidak selalu sama di antara penjual jamu. Bahan-bahan lain yang biasa dicampurkan ke dalam racikan jamu beras kencur adalah biji kedawung, rimpang jahe, biji kapulogo, buah asam, kunci, kayu keningar, kunir, jeruk nipis, dan buah pala. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan.

Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu direbus dan dibiarkan sampai dingin, kemudian disediakan sesuai kebutuhan. Mula-mula beras disangan, selanjutnya ditumbuk sampai halus. Bahan-bahan lain sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Kedua bahan ini kemudian dicampur, diperas, dan disaring dengan saringan atau diperas melalui kain pembungkus bahan. Sari perasan bahan dicampurkan ke dalam air matang yang sudah tersedia, diaduk rata. Selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol.

Directions:
Bahan:
- Beras 3 sendok makan
- asam kawak sebesar 3 butir kelereng
- kencur 8 jari
- Gula jawa secukupnya sesuai selera
- kapulogo 2 biji
- Garam secukupnya
- Jahe 2 ibu jari
- Air5 gelas belimbing
- Buahjeruk nipis 1 buah

Cara pembuatan & pemakaian
Masukkan air ke dalam panci bersama gula jawa dan asam kawak, kemudian direbus sampai mendidih sambil diaduk agar seluruh bahan larut. Setelah mendidih angkat, tambahkan sedikit garam dan biarkan dingin. Beras direndam dengan air matang. Jahe, kencur dicuci bersih, kupas dan cuci sekali lagi. Seluruh bahan dicuci dengan air panas kemudian tiriskan dan ditumbuk/diblender. Bahan yang sudah halus diperas dan langsung dicampurkan ke dalam larutan gula asam sambil diaduk. Terakhir tambahkan air buah jeruk nipis secukupnya. Diminum 1 – 2 gelas sehari.
Sumber: http://www.tempo.co.id/medika/arsip/112002/hor-2.htm

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.