MINUMAN MENYEHATKAN

yang menyegarkan ,yang menyehatkan

wedang Ronde Mei 22, 2010

Filed under: Minuman Tradisional — asihrhy @ 9:36 am

Minuman itu bernama Ronde. Kata ‘wedang‘ berarti ‘suguhan berupa minuman’. ‘Ronde’ tak ada kesamaannya dengan ronde seperti dalam olahraga bertinju. Saya rindu dengan minuman tradisional sederhana namun sedap menghangatkan tubuh tersebut.

Seseorang yang tinggal di ibukota mengingatkan saya sajian khas Yogya tersebut. Mengapa harus menyebutnya. Hal itu hanya menambah kerinduan saya yang makin besar untuk pulang kampung menjelang tahun baru nanti. Ya, tinggal menghitung hari.

Sudah pernah minum wedang ronde? Wedang itu berasal dari seduhan air dari ekstrak jahe parutan. Ada kacang sangrai yang mengambang siap untuk disendok sedikit demi sedikit. Di dasar cangkir ada 2 atau 3 bola kecil berwarna putih. Manis terasa karena ada gula jawanya. Minumlah pelan-pelan karena panas adanya. Sembari menunggu, itulah saat yang pas untuk berbincang ngalor-ngidul (baca: dari Utara sampai Selatan alias kemana-mana).

Masih penasaran seperti apa atau cara membuat wedang ronde itu? Coba lihat di wedang ronde 1, wedang ronde 2 dan wedang ronde 3. Ada artikel menarik menyoal wedang ronde di Alun-alun Kidul Yogyakarta dari YogYes. Saya sendiri biasanya menikmati wedang itu di terminal Condong Catur. Tepatnya bersebelahan dengan warung bakmi dan penjual Gudeg. Posisinya di bagian Utara terminal itu. Buka dari sore hari hingga malam hari.

Apakah ada yang tahu di mana tempat menyesap wedang ronde yang asyik di pelosok kota Gudeg? Katanya ada yang di Kauman. Ada juga yang lain. Bila tahu, tak perlu sungkan menuliskannya di bagian komentar. Soalnya, saya ingin bernostalji sambil menyeruput wedang itu.

Kalau sudah menikmati wedang itu biasanya Anda lupa waktu. Anda bisa bertanya kepada rekan berbincang Anda, “Omong-omong sudah berapa ronde kita minum wedang ronde?” Bila masih suka, tambahlah seronde wedang ronde. Murah dan menghilangkan lelah dan gerah di hati. Saya jamin.

Cara membuat:

Bahan-bahan:

– 250 gram tepung ketan.

– 1 buah jahe, memarkan.

– 2 batang sereh, memarkan.

– Kacang goreng tanpa kulit.

– 1 liter air.

– Gula pasir secukupnya.

Cara Membuat:

– Rebus air dengan gula, sereh dan jahe, sampai mendidih, matikan api.

– Uleni tepung ketan dengan air matang hangat sedikit demi sedikit sampai adonan bisa dibentuk.

– Dibagi 3 bagian satu tetap putih, yang satu bagian warnai merah sedikit, satu warnai hijau (daun suji dan daun pandan ditumbuk beri air sedikit disaring). Lalu bentuk sebesar biji kelereng.

– Didihkan air dalam panci.

– Masukkan bulatan-bulatan tepung ketan atau ronde masak sampai mengapung angkat.

– Masukkan bulatan ronde ke dalam air wedang.

– Hidangkan dalam mangkuk ronde ditaburi dengan kacang goreng.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s